FISIP UNAIR Berdayakan Masyarakat Rentan Miskin di Jawa Timur

Surabaya – Humas | Pada tanggal 17-19 Maret 2017, FISIP UNAIR kembali mengadakan pembekalan terhadap 42 orang pendamping kabupaten yang akan mendampingi program Jalin Matra PK2 (Jalan Lain menuju Mandiri dan Sejahtera Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan). Pembekalan dilakukan oleh Tim Pendamping Provinsi (TPP) FISIP UNAIR dan DMPD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Jawa Timur bagi para pendamping kabupaten yang telah lolos seleksi. Pembekalan tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk realisasi kerjasama antara FISIP UNAIR dengan DPMD. Sebagai tim pendamping, FISIP UNAIR dan DMPD memberikan berbagai materi terkait filosofi program Jalin Matra, pedoman umum program, komunikasi pemberdayaan dalam pendampingan program, sistem pelaporan dan SPJ keuangan, manajemen konflik dan materi-materi lain yang terkait dengan pelaksanaan program di lapangan. Program yang digagas oleh DMPD tersebut telah bekerjasama dengan FISIP UNAIR sejak tahun 2015 dan tahun ini FISIP UNAIR dipercaya kembali menjadi pendamping provinsi. Di tahun ketiga ini, Jalin Matra PK2 diharapkan mampu menolong lebih dari 65.980 rumah tangga yang termasuk ke dalam kategori RTHM (Rumah Tangga Hampir Miskin) di Jawa Timur. Program ini dijalankan sebagai bentuk implementasi nyata FISIP UNAIR untuk mengaktualisasikan salah satu unsur dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat.

Sebanyak tiga universitas terpilih untuk bekerjasama mendampingi DPMD Provinsi Jawa Timur untuk melakukan pendampingan yaitu UNAIR, Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM). Ketiga universitas dipilih berdasarkan kredibilitas, kemampuan SDM dan pengalaman universitas di bidang pengabdian masyarakat. Ketiga universitas tersebut bertugas sebagai Tim Pendamping Provinsi yang akan mengawasi dan mengevaluasi jalannya program Jalin Matra. Khusus program Jalin Matra PK2 akan dilaksanakan di 180 desa yang tersebar di 29 kabupaten di Jawa Timur. FISIP UNAIR sendiri fokus terhadap program Jalin Matra PK2 yang memiliki sasaran RTHM melalui peminjaman dana sebesar Rp. 75. 000.000 kepada setiap desa. Sedangkan kedua universitas lainnya, yaitu UB dan UM menjadi pendamping untuk program BRTSM (Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin) dan PFK (Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan). Program BRTSM adalah program bantuan langsung yang ditujukan khusus bagi rumah tangga yang masuk ke dalam kategori sangat miskin, sedangkan program PFK merupakan program yang juga khusus ditujukan kepada para janda yang sangat miskin di Jawa Timur.

Lebih jauh lagi, Tim Pendamping dari FISIP UNAIR yang sasarannya adalah RTHM fokus pada pemberian dana pinjaman murah kepada RTS (Rumah Tangga Sasaran) yang produktif. RTS yang dimaksud adalah rumah tangga yang telah memiliki usaha produktif, telah memiliki usaha produktif tapi tersendat-sendat perkembangannya, dan rumah tangga yang ingin melakukan usaha produktif. Peminjaman dalam program PK2 dilakukan secara berkelompok, melalui kelompok masyarakat (Pokmas) dan secara keseluruhan dana pinjaman setiap desa tersebut dikelola oleh BUMDesa (Badan Usaha Milik Desa). Tim FISIP UNAIR yang terdiri dari beberapa dosen dan alumni Departemen Sosiologi terpilih menjadi pendamping provinsi dikarenakan tingginya kendala yang terjadi saat pengimplementasian program. Salah satu kendala yang terjadi adalah kesalahpahaman masyarakat yang menganggap bahwa pinjaman dari program Jalin Matra PK2 diberikan secara cuma-cuma, sehingga terjadi kesulitan dalam mengubah pola pikir masyarakat. Disinilah peran FISIP UNAIR dalam menggunakan pendekatan ilmu sosial ke dalam suatu permasalahan yang riil. Dengan begitu program dapat diimplementasikan dengan baik.

“Harapannya bahwa program ini betul-betul terealisasi sesuai dengan rencana program, yaitu membantu dan mencegah RTHM (Rumah Tangga Hampir Miskin) jatuh terperosok ke dalam kelompok RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin,” ujar Drs. Doddy S. Singgih M.Si, selaku Ketua Tim Pendamping Provinsi Jawa Timur dari FISIP UNAIR di sela-sela kesibukannya di Sekretariat Jalin Matra. Program kolaborasi dari pemerintah dan masyarakat ini dapat dijadikan contoh bagaimana peran universitas tidak semata-mata mengenai pendidikan dan penelitian saja, namun juga langkah nyata dalam menyelesaikan permasalahan sosial yang ada dalam masyarakat (CAY/QQ/HLD).

Agenda

Indeks +