Mengabdi Kepada Masyarakat, FISIP UNAIR Laksanakan Berbagai Sosialisasi di Kelurahan Sidotopo

Surabaya – Humas | Pengabdian masyarakat merupakan satu dari tiga Pilar Perguruan Tinggi sehingga FISIP UNAIR selalu mengedepankan kegiatan-kegiatan yang berbasis sosial. Pada tanggal 22-30 Juli lalu, tim Pengabdian Masyarakat FISIP UNAIR mengadakan program di Kampung KB (Keluarga Berencana), RW 12 Sidotopo. Program yang mengusung tema “Membangun Sumber Daya Manusia Indonesia Berkualitas” ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah di Kampung KB. Kampung KB sendiri merupakan inisiasi dari Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 yang berbasis pada pengelolaan Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKB-PK). Ibu Inung, perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) yang turut hadir dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa RW 12 Sidotopo akan dijadikan kampung percontohan bagi Kampung KB lain kedepannya sehingga Beliau berharap berbagai program yang diadakan di RW 12 Sidotopo dapat berkembang baik sesuai dengan target pemerintah. Oleh karenanya, program pengabdian yang diketuai langsung oleh Wakil Dekan II FISIP UNAIR, yaitu Ibu Tuti Budirahayu ini berusaha untuk mengambil bagian dalam perwujudannya.

Pada minggu pertama, yaitu tanggal 22 dan 23 Juli, kegiatan berupa sosialisasi. Tanggal 22 Juli, sosialisasi dilakukan mengenai lingkungan diberikan pada ibu-ibu PKK setempat. Pembicara dari sosialisasi tersebut merupakan aktivis lingkungan, yaitu Satuman dari LSM Tunas Hijau yang telah lama berkiprah dalam perbaikan dan program inovatif lingkungan di Kota Surabaya. Satuman menyampaikan mengenai Reuse, Reduce and Recycle atau sering disebut sebagai 3R yang merupakan solusi andalan bagi pengelolaan sampah. Penyampaian sosialisasi dilakukan sekitar dua jam dan mendapat respon baik dari audiens, dilihat dari berbagai pertanyaan yang muncul mengarah pada keinginan ibu-ibu tersebut untuk melakukan pengelolaan sampah rumah tangganya. Sehari setelahnya (23/7), kegiatan sosialisasi diberikan untuk anak-anak muda setempat. Pembicara sosialisasi didatangkan dari GRANAT (Gerakan Anti Narkoba), BEM FISIP UNAIR, dan DP5A (Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak). Perwakilan GRANAT, yaitu Destu, yang juga merupakan Duta Anti Narkoba tahun 2017, menyampaikan berbagai bahaya penggunaan narkoba dan bagaimana menghindari sedari awal penggunaannya mengingat di kampung tersebut banyak anak muda yang jatuh dalam lingkar narkoba. Tidak kalah penting, materi mengenai internet sehat disampaikan oleh BEM FISIP UNAIR. Yosinta dan Gita sebagai pemateri tersebut mengutamakan pentingnya melindungi diri sendiri ketika menggunakan internet. Sebagai anak muda yang masih labil emosinya, seringkali anak muda terlalu mudah untuk terseret arus negatif internet, misalnya ikut-ikutan merundung di media sosial (cyberbullying), termakan informasi hoax, ikut ajakan orang tidak dikenal dalam gerakan radikalisme, hingga pornografi. Setelah sosialisasi itu, sosialisasi ketiga merupakan sosialisasi mengenai perkembangan remaja seperti pentingnya menjaga alat reproduksi dan menekankan mengenai usia minimal pernikahan. Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Ibu Inung.

Minggu kedua kegiatan, yaitu tanggal 29 dan 30 Juli diisi dengan tindak lanjut sosialisasi minggu pertama. Pada tanggal 29 Juli, ibu-ibu setempat mendapatkan materi sekaligus praktek 3R secara langsung. Oleh I See Craft Surabaya, ibu-ibu tersebut diajari membuat berbagai kerajinan berbahan dasar sampah plastik. Sedangkan, tindak lanjut sosialisasi untuk anak-anak muda setempat diselenggarakan sehari setelahnya, tanggal 30 Juli. Tindak lanjut berupa forum untuk menghidupkan kembali Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang telah terbentuk satu setengah tahun yang lalu. PIK-R merupakan organisasi yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja), pendewasaan usia perwakinan, keterampilan hidup, dan pelayanan konseling. Forum ini dipimpin langsung oleh Ibu Tuti Budirahayu dan dihadiri oleh Ibu Inung dari DP5A, serta Ketua RW setempat. Dengan dihadiri oleh total 16 anak muda yang tergabung dalam Karang Taruna RW 12 Sidotopo, forum menghasilkan kesepakatan untuk membentuk struktur organisasi baru PIK-R RW 12 Sidotopo agar terjadi regenerasi yang dapat bekerja maksimal demi keberlanjutan pencapaian peran PIK-R. Total empat hari pengabdian kepada masyarakat ini dapat berjalan dengan lancar dan menunjukkan adanya keberlanjutan yang mandiri di tempat tersebut. (YOS/CAY)

Agenda

Indeks +