Tim PKM-M FISIP UNAIR Takasimura Gandeng Komunitas di Surabaya Berdayakan Anak Jalanan

Surabaya – Humas | Salah satu TIM PKM-M, Takasimura FISIP UNAIR mengadakan Pengabdian Masyarakat yang bekerjasama dengan beberapa komunitas di Surabaya diantaranya Save Street Child Surabaya, Komunitas Airlangga Taruna Budaya dan Sanggar Bathoro Katong. Acara ini diselenggarakan pada Jumat (19/5) yang bertempat di halaman gedung pusat bahasa Kampus B UNAIR. Konsep pengabdian masyarakat yang dilakukan ialah dengan melakukan latihan gerak tari seminggu sekali di Skatepark Bungkul Surabaya, memutarkan kartun animasi mengenai Reog Ponorogo dan membagikan started kit seperti gantungan kunci serta kaos reog-takasimura sebagai identitas kebanggaan dan misi pelestarian budaya bangsa.

Hal yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah karena Anak Jalanan (Anjal) merupakan masalah paling krusial di Indonesia. Sekitar setengah dari 3,15% jumlah total anak terlantar di Indonesia atau sekitar 124.332 anak berada di Kota besar seperti Surabaya. Anak Jalanan merupakan salah satu aset bangsa yang terdapat dalam UUD Pasal 34 ayat 1 yang berbunyi “Fakir Miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”. Tim PKMM Takasimura yang terdiri dari 5 orang yang 3 diantaranya adalah mahasiswa Administrasi Negara FISIP UNAIR. Mereka yakin bahwa dengan memberikan pembinaan dan penanganan serta kesempatan pada Anjal maka bakat mereka akan tersalurkan, terwadahi dan tentunya merubah stigma buruk masyarakat akan keberadaan anak jalanan.

“Anak jalanan sering dijadikan bahan cemoohan dan tatapan miring. Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat  semestinya memperhatikan mereka kalau bisa banyak program yang melibatkan peran serta anjal. Kehidupan mereka dijalanan karena keterpaksaan saja dan mereka tidak seperti apa yang dibayangkan masyarakat selama ini, mereka memiliki bakat yang luar biasa, lihat saja unjuk hasil tadi mba,” ujar Ulpa Jinatul Jannah selaku Ketua Tim PKMM Takasimura dari FISIP UNAIR.Unjuk hasil ini merupakan rangkaian kegiatan dari pengmas yang dilakukan dengan menggunakan pendanaan Ristekdikti yang berjumlah sebesar 9 juta rupiah.  Mengusung misi pelestarian budaya maka tim pengmas melakukan kegiatan ini dengan mejalin kerjasama, kerja keras dan kerja cerdas demi tercapainya tujuan PKM. (UC/QQ)

Agenda

Indeks +