Demi Internasionalisasi FISIP, Dekan FISIP beserta Jajaran Jajaki Kerjasama dengan Empat Universitas di Australia

Surabaya – Humas | Demi mencapai predikat World Class University, berbagai upaya dilakukan oleh UNAIR. Dalam merealisasikan tujuan tersebut, FISIP UNAIR mendatangi empat universitas dan konferensi internasional di Australia. Kunjungan yang dilaksanakan selama sembilan hari tersebut dilaksanakan dengan dua tujuan utama, yaitu menjalin kerjasama, sekaligus mempromosikan empat seminar internasional yang akan dilaksanakan oleh FISIP di tahun 2017 ini. 

Empat seminar internasional yang diadakan FISIP akan mendatangkan beberapa akademisi terkenal dari Australia. Salah satunya adalah Prof. Vedi Hadiz dari Melbourne University yang merupakan ahli di bidang ekonomi politik dan isu-isu Asia Tenggara. Beliau dipastikan berpartisipasi dalam 3rd ICoCSPA (The Third International Conference on Social and Political Science) pada bulan September 2017.

Kerjasama antara FISIP UNAIR dengan beberapa universitas yang ada di Australia meliputi berbagai hal, termasuk rencana penandatanganan beberapa MoU sekaligus di tahun 2017. Prof. Dr. Drs. Budi Prasetyo, M. Si selaku Wakil Dekan I FISIP UNAIR menyatakan bahwa terdapat empat universitas yang menjadi sasaran realisasi MoU FISIP, yaitu Melbourne University, Flinders University, Monash University, dan Adelaide University.

Beberapa program menjadi subjek dari penandatanganan MoU adalah staff exchange, student exchange, joint degree, double degree, dan joint research. Setidaknya terdapat enam delegasi FISIP yang bertugas ke Australia pada bulan Juni lalu, antara lain adalah Dr. Drs. Falih Suaedi, M. Si selaku Dekan FISIP UNAIR, Prof. Dr. Drs. Budi Prasetyo, M. Si selaku Wakil Dekan I FISIP UNAIR, Prof. Dra. Myrtati Dyah Artaria M.A., Ph. D Wakil Dekan III FISIP UNAIR, Dr. Drs. Kris Nugroho, M.A. selaku Kepala Departemen Politik, Sulikah Asmorowati, S.Sos, M.Dev.St, Ph.D. selaku Kepala Departemen (Kadep) Administrasi Negara, dan Irfan Wahyudi, S. Sos, M. Comms selaku perwakilan dari IOP UNAIR. Beberapa dosen lainnya yang secara tidak sengaja bertemu di 4th International Conference on Ageing in Foreign Land saat mempresentasikan artikel ilmiah adalah Sartika Soesilowati dari Departemen Hubungan Internasional dan Prof. Kacung Maridja, Ph. D  dari Departemen Politik.

Dalam kerja sama dengan empat universitas yang ada di Australia tersebut, Prof. Budi tidak menampik terdapat kendala dalam pengimplementasiannya. Namun, beliau optimis bahwa halangan-halangan tersebut tidak akan menghambat internasionalisasi FISIP.

“Biaya hidup di Australia memang lebih tinggi dari Indonesia sehingga nantinya mahasiswa cenderung enggan untuk studi di Australia. Namun, terdapat banyak skema bantuan beasiswa dari pemerintah maupun universitas yang ada di Australia. Selain itu, mahasiswa dapat bekerja sambilan yang akan diizinkan oleh pihak Universitas di Australia” jelas Prof. Budi sambil tersenyum simpul.

Prof. Budi juga menambahkan bahwa keempat universitas di Australia tersebut dipilih FISIP UNAIR untuk bekerjasama tanpa alasan. Bukti bahwa universitas-universitas tersebut selalu berada di peringkat sepuluh hingga tiga puluh besar di dunia menunjukkan kualitas yang layak ditiru oleh FISIP UNAIR. Satu hal yang ingin diaplikasikan oleh FISIP UNAIR adalah kurikulum pendidikan yang ada di Australia. Jurusan Ilmu Politik adalah jurusan pertama yang akan menjadi pionir dalam merasakan kurikulum universitas Australia. 

“Saat ini, Ilmu Politik FISIP UNAIR sedang mengerjakan pembaharuan kurikulum dengan contoh dari Australia. Benchmarking, proses membandingkan dan menyelaraskan tolak ukur merupakan langkah yang diambil FISIP UNAIR untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar tingkat universitas sesuai dengan standar internasional. Tentunya hal ini dilakukan dengan mengadopsi hal positif dari universitas yang sudah maju. Australia merupakan negara yang cocok karena secara kualitas, mereka setara dengan yang ada di benua Eropa, namun secara geografis dan biaya hidup tidak terlalu jauh dengan Indonesia” tutup Prof. Budi dalam wawancara dengan anggota KIH FISIP UNAIR. (CAY/QQ)

Agenda

Indeks +