Kisah Inspiratif Luthfi Al-Jufri, Ketua BEM FISIP yang Berprestasi di Dunia Akademik dan dalam Berorganisasi

26 Februari 2018



Surabaya – Humas | Ketua BEM FISIP, Muhammad Luthfi Al-Jufri unggul dalam voting pemilihan umum dan menjadi Ketua BEM FISIP UNAIR periode 2017-2018. Mahasiswa yang terkenal disiplin dan ramah ini lahir dan besar di Desa Langgen, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1997 silam. Di dunia pendidikan, Jufri pernah menempuh pendidikan di SD Negeri Pesayangan 2, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Al Hikmah 2 sebelum akhirnya berkuliah di FISIP UNAIR Jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Dengan kehidupannya yang terkenal disiplin, tidak heran dapat membawanya menjadi mahasiswa berprestasi baik dari segi akademik maupun non-akademik. Hal tersebut terbukti dari 7 penghargaan yang pernah dia raih selama menempuh pendidikan di FISIP. Menjuarai ajang kompetisi Karya Tulis Ilmiah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNAIR merupakan salah satu contoh penghargaan yang ia dapat. Adapun pengalaman organisasi Jufri yang pernah menjabat posisi strategis seperti  menjadi Anggota MPM Organisasi Mahasiswa Universitas Airlangga 2018 sebelum menjabat sebagai presiden BEM FISIP UNAIR.

Jufri menjelaskan bahwa rahasia dia bisa menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan non akademik adalah dengan cara membaca buku terlebih dahulu sebelum berangkat kuliah saat setelah melaksanakan sholat shubuh. Terkait hal non akademik, Jufri memiliki prinsip bahwa segala amanah yang diberikan kepadanya akan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh apapun kondisinya. Jufri memiliki motivasi dalam menyeimbangkan kedua prestasi tersebut dari orang tua dan teman-temannya. Orang tuanya senantiasa memberi support apa yang dikerjakan oleh jufri, sedangkan motivasi dari teman-temannya didapat ketika dia melihat teman-temannya yang berprestasi sehingga jufri terpacu untuk menyaingi mereka.

Jufri menilai bahwa semua prestasi yang diraih selama ini dapat memberikan inspirasi kepada mahasiswa lain dan bisa menjadi pengalaman belajar yang baik bagi kehidupannya. Akan tetapi, untuk mendapatkan prestasi-prestasi tersebut tidaklah mudah karena banyak rintangan dan butuh perjuangan yang lebih. Terkadang Jufri sempat bimbang dalam memprioritaskan kegiatan. Jufri pernah mengalami crash antara acara keluarga dengan acara delegasi di luar negeri. Keputusan yang sulit tersebut menjadi sebuah duka yang dialami oleh Jufri. Meskipun begitu, aktif di akademik maupun di organisasi juga dapat memberikan banyak manfaat dalam memperluas relasi yang bisa digunakan untuk kehidupan saat ini maupun kedepannya. 

Jufri berharap kepada jajaran mahasiswa dan tenaga pendidik untuk lebih peka terhadap sosial karena banyak masyarakat yang membutuhkan kepekaan kita dibidang sosial. Bagi Jufri, mahasiswa dapat membagi kebermanfaatan kepada orang lain dengan mengikuti kegiatan organisasi. Jufri juga berharap kepada semua mahasiswa FISIP untuk bisa melebihi prestasi yang dia raih. Menurut Jufri, membangun sebuah bangsa ke arah yang lebih baik dibutuhkan bibit yang unggul (mahasiswa) untuk dapat mensejahterakan masyarakat dan merubah Indonesia menjadi lebih baik. "Eksistensi kita sangat dibutuhkan untuk hadir di tengah masyarakat di era global ini. Oleh karena itu, mari kita wujudkan kepekaan sosial kita!" ujar Jufri.  (ARP/ES) 

Agenda

Indeks +