I Putu Ari Kurnia Tambah Daftar Mahasiswa Prestasi Tingkat Internasional FISIP UNAIR

02 November 2017



Surabaya – Humas | Program studi S1 Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP) tengah berbahagia menyambut salah seorang mahasiswanya bernama I Putu Ari Kurnia. Mahasiswa asal Bali ini menambah daftar Mahasiswa Berprestasi kebanggaan FISIP UNAIR. Melalui karyanya, mahasiswa yang akrab disapa Ari ini telah membawa nama FISIP UNAIR di kancah Internasional pada keikutsertaannya dalam Forum Ilmiah yang bertajuk IFLA World Library and Information Congress pada tahun 2016 di Columbus, Amerika Serikat serta pada tahun 2017 di Wroclaw, Polandia.

Karya tulis Ari yang berjudul “Genealogical Information Searches in Kawitan Culture on Balinese Hinduism Society: from Lontar (palm-leaf manuscript) to Electronic Form” pada tahun 2016, yang kemudian berlanjut membawa Ari kepada tahun 2017 dengan artikel yang bertajuk “Cultural Entropy on Digitizing Balines Lontar Manusript: Overcoming Challenges and Seizing Opportunities”. Melihat kedua judul artikel karyanya tersebut, Ari yang merupakan mahasiswa semester 7 tersebut nampak sangat bangga dengan tempat asalnya dan berusaha menggali dan mengenalkan pada dunia Internasional akan potensi yang belum diketahui.

Selain rutinitas belajar di kampus, Ari juga aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan seperti HIMA. Selain itu, Ari juga berperan sebagai editor untuk jurnal Palimpsest FISIP UNAIR dan editor website prodi IIP. Selain di tingkat fakultas, Ari juga mengikuti kegiatan UKM dan pernah bergabung dengan youth center tingkat Jawa Timur. Dengan keaktifan tersebut, tidak serta-merta menjadikan Ari puas. Ari kemudian mengikuti berbagai lomba dan konferensi, yang pada tahun 2016 telah membawanya ke Amerika Serikat untuk mempresentasikan tulisannya. Ternyata pada Juni 2017, Ari mendapatkan peruntungan tersebut dan membawa Ari ke Polandia pada tahun pada 19-25 Agustus 2017 untuk kembali mempresentasikan karya tulis miliknya.

“Rasanya ya campur-campur ya. Seneng karena bisa mewakili Indonesia di forum tersebut. Di sana antusiasme audiensnya tinggi, menimbulkan diskusi yang hangat dan seneng bisa berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai negara. Ada kebanggaan tersendiri. Namun di sisi lain ya sedih karena ngurus apa-apanya sendiri, mulai dana, visa, tempat tinggal, dan persiapan lain. Ada kekhawatiran juga kalo ngga bisa berangkat. Tapi kemudian memantapkan diri dan berdoa dan syukurnya diberi jalan untuk itu” jelas Ari.

Ari mengaku, selama proses penulisan ia tidaklah sendiri. Semuanya juga berkat bantuan oleh salah seorang dosen pengajar sekaligus kepala departemen IIP yaitu, Rahma Sugihartati. Kini artikel milik Ari dapat diakses melalui http://library.ifla.org/1449/ untuk tulisan tahun 2016, dan pada link http://library.ifla.org/1684/ untuk tulisan tahun 2017. Prestasi Ari ini juga telah tercatat pada website riset dikti pada http://www.ristekdikti.go.id/mahasiswa-unair-terima-apresiasi-setelah-presentasi-manuskrip-lontar-di-bali/ .(UC/TR)

Agenda

Indeks +