Putra Akbar Nasution, Mahasiswa HI FISIP UNAIR, Raih Penghargaan dalam Model ASEAN Meeting

30 Oktober 2017



Surabaya-Humas | Ketertarikan Putra Akbar Nasution, atau yang akrab dipanggil Putra, pada bidang public speaking telah berhasil mengantarkannya meraih penghargaan "The Most Outstanding Delegate" pada Model ASEAN Meeting yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia Koordinasi Wilayah IV (FKMHII Korwil IV). Acara yang bertajuk "Guardian of ASEAN" ini menggunakan kerangka ASEAN Regional Forum (ARF) dalam mengangkat topik "Security Dilemma and Human Rights Protection in Southeast Asia". Dalam acara yang diadakan pada tanggal 14-15 Oktober 2017 ini, para delegasi yang terdiri dari 12 perguruan tinggi yang berbeda melakukan simulasi sidang ASEAN untuk membahas konflik Laut China Selatan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia di Rohingya.

Sejak SMA, ketertarikan Putra pada bidang public speaking terus berkembang seiring dengan keikutsertaannya dalam kompetisi debat, seperti memperoleh juara Runner Up sekaligus 5th Best Speaker pada National School Debating Championship (NSDC) di Kota Sleman, Yogyakarta. Mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2017 ini juga mengemukakan awal keinginannya untuk masuk ke jurusan Ilmu Hubungan Internasional paska memperoleh penghargaan "Honorable Mention" pada UII MUN 2017 yang kemudian ia pun turut meraih gelar yang sama pada Short Diplomatic Course (SDC) IR FEST 2017, dalam rangkaian orientasi jurusan.

Menurut Putra, sebagai mahasiswa HI, Model United Nations (MUN) maupun berbagai simulasi sidang internasional lainnya dapat menjadi sarana yang tepat untuk mengaplikasikan teori-teori yang sudah dipelajari di kelas. Bahkan dengan mengikuti MUN, mahasiswa juga dapat memperoleh pengetahuan-pengetahuan tambahan. Putra pun berpesan, "Anak-anak zaman sekarang, butuh untuk mengikuti event-event seperti debat dan MUN karena pelajar Indonesia cenderung masih takut menyampaikan pendapat dan mudah minder. Dengan mengikuti event yang melatih public speaking, selain melatih cara berbicara, juga melatih cara berpikir." Tidak hanya penting untuk semakin memahami isu-isu internasional, mahasiswa juga dilatih untuk dapat mempraktikkan pola-pola interaksi yang dinamis, karena tidak menutup kemungkinan hal-hal yang terjadi di dunia nyata berbeda dari teori-teori yang sudah dipelajari di kelas. (TAR/CAY)

Agenda

Indeks +