18 Mahasiswa FISIP UNAIR Sukses Unjuk Kemampuan di Ajang Konferensi Internasional

29 Juni 2017

 

Surabaya – Humas | Mahasiswa dari departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP kembali mengharumkan nama almamater Universitas Airlangga di ranah internasional. Bagaimana tidak, sebanyak 18 mahasiswa terpilih untuk mempresentasikan karya ilmiahnya dalam ajang konferensi internasional. 4 mahasiswa yakni Tara Wardhani, Sandrina Salsabila, Tisa Larasati, dan Verbaya Sagala berkesempatan untuk menjadi satu-satunya mahasiswa dari program S1 yang mengikuti konferensi internasional dalam acara Annual Conference on South Asian Studies 2017 yang diadakan oleh National Chinan University di Taiwan dan berlangsung dari tanggal 2-3 Juni 2017.

“Selain kami,dari Indonesia sendiri juga ada perwakilan dari Universitas Gajah Mada, tapi itupun beliau sudah lulus dan bekerja di ASEAN centre di UGM. Di konferensi itu sendiri memang pesertanya lebih banyak dari mahasiswa S2, S3, bahkan orang-orang yang sudah bekerja,” ungkap Tisa Larasati di sela-sela kesibukan perkuliahannya. Meski begitu, hal ini tidak mempengaruhi kepercayaan diri mereka dalam mempresentasikan karya ilmiahnya di hadapan para peserta yang datang dari berbagai negara dan latar belakang yang berbeda.

Di dalam prosesnya membuat paper, Tisa dan ketiga kawan lainnya dibimbing oleh Ahmad Safril Mubah selaku dosen pengajar dari departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP. Adapun selama mengikuti konferensi, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan melalui ajang konferensi saja melainkan juga dapat mengenal lebih dekat mengenai budaya dan selak beluk negara yang dikunjungi. “Taiwan adalah negara yang kaya budaya. Meskipun telah mengalami modernisasi, saat saya mengunjungi Taiwan ternyata masih banyak aspek-aspek tradisional yang tumbuh, ditampilkan, dan di-embrace disana mulai dari bangunan, budaya makan, mobilitas, dan lainnya,” ujar Tara Wardhani saat ditanya mengenai kesan nya selama berada di Taiwan.

Selain keempat mahasiswa tersebut, sebanyak 14 mahasiswa lainnya yakni Agung Tri Putra, Achmad Romadhin Mubarok, Agnezia Dewi, Ni Putu Triska Paramitha, Made Citra, Dedev Adventia, Bilqis Oktaviani, Kholfatus Saadah, Gilang Rukmana, Shafira Yasmine, Sadat, Putri Nabila, Ami, dan Avief berhasil terpilih sebagai delegasi konferensi internasional di negara yang berbeda yakni Thailand. Ajang konferensi yang bertajuk International Conference on Advancement of Development Administration (Social Science and Interdisiplinary Science) 2017 ini merupakan acara tahunan yang diadakan di NIDA University, Bangkok, Thailand mulai dari 1-3 Juni 2017.

 

Salah satu peserta yakni Kholifatus Saadah mengungkapkan bahwa finansial sempat menjadi kendala utama yang dihadapinya bersama kawan-kawan lainnya saat jelang mengikuti konferensi tersebut. “Sempat ada kendala pada dana, tetapi alhamdulillah ada dukungan dari fakultas dan Dirjen Kemahasiswaan yang memberikan bantuan,” ujar Kholifatus Saadah. Di ajang tersebut, Kholifatus mempresentasikan hasil karya tulis ilmiahnya yang berjudul “Global Civil Society in Southeast Asia Toward ASEAN Community: Reminiscing Jubilee 2000”. Di dalam karya tulis ilmiah tersebut ia memparkan mengenai masyarakat sipil di Asia Tenggara dan kemampuan sekelompok jubilee 2000 yang bergerak dan saling mendukung ketika terjadi suatu isu, serta partisipasi masyarakat sipil dalam menuju ASEAN community.

Selain mengikuti konferensi, rupanya Kholifatus bersama ketiga belas kawan lainnya berkesempatan untuk mengunjungi beberapa kawasan di Thailand seperti Bangkok, Wat Arun, Chatucak, dan Chinatown. Ia mengungkapkan bahwa untuk dapat mengikuti konferensi internasional, para mahasiswa sebaiknya selalu mengikuti informasi terkini mengenai ajang internasional seperti yang diikutinya. Disisi lain, Tisa menghimbau khususnya para mahasiswa FISIP untuk rajin menulis karya tulis ilmiah, karena melalui itu lah para mahasiswa mempunyai peluang untuk mengikuti berbagai ajang nasional maupun internasional. Melalui kesuksesan kedelapan belas mahasiswa Hubungan Internasional ini diharapkan dapat menginspirasi para mahasiswa dari program studi lainnya di FISIP UNAIR untuk menjelajah berbagai ajang akademis di manca negara. (CAY/QQ)