Pintar Bagi Waktu, Vany Fitria Juarai Raki Jawa Timur 2017

01 Mei 2017

 

Surabaya-Humas | Menjadi sebuah kebanggan bagi FISIP Universitas Airlangga karena salah satu mahasiswanya baru saja memenangkan salah satu perlombaan pariwisata terbesar di Jawa Timur, pemilihan Raka Raki Jawa Timur 2017. Vany Fitria merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Politik angkatan tahun 2014 yang berhasil menjuarai pemilihan Raka Raki Jawa Timur sebagai juara pertama kategori Raki.

Kemenangan Vany sebagai Raki Jawa Timur 2017 bukanlah hal yang instan. Sebelum mengikuti pemilihan Raka Raki Jawa Timur, Vany telah dikenal menjuarai beberapa lomba serupa. Tahun 2015, Ia terpilih menjadi Duta Wisata Guk Yuk Sidoarjo dan di tahun yang sama pula, Vany mendapatkan juara kedua dalam Pemilihan Duta FISIP Universitas Airlangga. Bahkan, sejak kelas 1 SMA Vany telah terpilih sebagai Duta Anti Narkoba Kabupaten Sidoarjo. Berbagai pengalaman tersebut telah membentuk karakter dan kemampuan Vany di arena kompetisi ke-Duta-an.

Sebelum menjadi perwakilan dari Sidoarjo, Vany mengikuti serangkaian seleksi untuk mengikuti perlombaan Raka Raki Jawa Timur. Sehingga terpilihlah Vany dan Aldy yang juga mahasiswa FISIP UNAIR untuk merepresentasikan Sidoarjo. Kedua mahasiswa FISIP UNAIR tersebut akhirnya mengikuti serangkaian acara seleksi yang berlangsung kurang lebih selama seminggu, dari tanggal 23 Februari hingga Grandfinal tanggal 27 Februari 2017.

“Waktunya padat, jadi harus on time dan tertata. Tidur jam 2 pagi dan stand by jam 5 pagi sudah harus full make up. Kita harus pinter bagi waktu, belajar disiplin, memposisikan diri, dan yang paling penting jangn overthink, nanti malah ga maksimal.” ujar Vany mendeskripsikan pelajaran yang didapat saat pemilihan Raka Raki Jawa Timur.

Sebagai Raki Jawa Timur, Vany tentunya memiliki bakat yang merupakan representasi dari kebudayaan Jawa Timur. Vany mendalami Tari khas Sidoarjo, yaitu Banjar Kemuning. Uniknya, Vany tidak hanya menampilkan Tari Banjar Kemuning saat seleksi Raka Raki Jawa Timur, namun Ia juga melakukan story telling secara bersamaan. Sehingga

tidak hanya menampilkan tari, namun debater juara 1 Politic and Governance Days di UGM tersebut juga menceritakan filosofi dari Tari Banjar Kemuning.

Ditanya mengenai bagaimana cara Vany mengatur waktu, Ia-pun menjawab “Kita harus bisa bikin skala prioritas. Kalo ditawari tanggung jawab yang besar dan ngerasa ga bisa ya gausa diambil, jangan maksain.”

Sebagai mahasiswa yang mengikuti UKTK (Unit Kegiatan Tari dan Kawaritan) UNAIR, mantan anggota Kementerian Hubungan Luar Dirjen Internasional BEM UNAIR, serta peserta exchange di Vietnam, membuat Vany harus mengakali “keterbatasan” waktu yang dimiliki.

Untuk kegiatan kedepannya, Vany berharap bahwa Ia dapat mengikuti beberapa kompetisi tingkat nasional. Kompetisi tingkat nasional yang rencananya Vany untuk ikuti antara lain adalah Puteri Bahari dan Duta Wisata Nasional. Meskipun belum mengetahui kompetisi mana yang akan diikuti, Vany berharap dapat selalu mengharumkan nama FISIP UNAIR di tingkat regional maupun nasional.

“Buat anak-anak baru, nilai semester 1 dan 2 harus jadi pondasi yang bagus. Tahun pertama mending adaptasi dulu, liat iklim perkuliahan, tau arah, pengen mendalami yg mana. Tahun kedua dan ketiga baru melanglang buana. “ saran Vany untuk mahasiswa-mahasiswi FISIP UNAIR, khususnya para maba yang ingin melanglang buana seperti dirinya. (CAY/QQ)