Ajeng Widya: Alumni FISIP UNAIR yang Peroleh Predikat Wisudawan Terbaik

23 Maret 2017

 

Surabaya – Humas | Beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 11-12 Maret 2017 Universitas Airlangga mengadakan upacara Wisuda periode Maret 2017. Seperti biasanya dalam prosesi upacara wisuda, Universitas Airlangga memberikan apresiasi kepada para wisudawan berprestasi dan juga wisudawan terbaik dari setiap fakultas. Mewakili Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ajeng Widya keluar sebagai nama yang terpilih untuk kategori wisudawan terbaik. Alumni S1 prodi ilmu politik ini dikenal sebagai sosok yang aktif selama di bangku perkuliahan. Ia mengikuti beberapa organisasi internal seperti BEM Universitas Airlangga dan telah menduduki dua posisi sebagai Staf Eksternal dan Menteri Hubungan Luar, ia juga aktif mengikuti Himpunan Mahasiswa Politik selama dua periode dan berpartisipasi sebagai panitia acara kampus yaitu Airpol 2.0. Tak hanya itu, ia turut aktif mengikuti organisasi eksternal seperti komunitas Indonesian Youth Inspiration yang anggotanya terdiri dari para peserta pertukaran pelajar ke Vietnam. Ajeng merupakan salah satu mahasiswi dari prodi ilmu politik yang terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar tersebut pada tahun 2015. Keberhasilan dalam menekuni bidang akademik dengan hasil yang memuaskan, ditambah dengan keaktifannya dalam mengikuti bidang non akademik membuat Ajeng terpilih sebagai wisudawan terbaik dari FISIP.

Sejak dulu, perempuan yang berhasil lulus dengan IPK 3,86 ini telah menunjukan minatnya di bidang politik. Ia kerap kali mengikuti ajang kompetisi debat bahasa inggris yang mengangkat tema mengenai politik. Ketika ditanya mengenai tujuan nya setelah lulus dari bangku perkuliahan, Ajeng mengungkapkan bahwa ia bertekad untuk melanjutkan studi nya. Hal ini selaras dengan keinginannya untuk menjadi seorang dosen dan pakar di bidang politik sehingga ia berniat untuk mendalami ilmu politik melalui studi S2 nya nanti.

Kesuksesan Ajeng dalam menempuh pendidikan S1 nya selama 3,5 tahun dengan predikat sebagai wisudawan terbaik tak lepas dari dukungan kedua orang tua terutama sosok ibu nya. “Dulu saya sering diremehkan orang-orang, tapi ibu selalu ada untuk memberikan motivasi nya. Istilahnya ibu yang membuat saya bisa seperti ini. From zero to hero,” ujar Ajeng disela-sela kesibukannya dalam mempersiapkan beasiswa S2 nya.

“Di FISIP itu, kami diajari untuk jadi manusia yang utuh dalam artian kami diberikan ruang untuk menyeimbangkan bidang akademik dan non-akademik. Kalau terlalu terpaku dengan bidang akademik saja sama saja bohong. Karena FISIP mengajari kita untuk menjadi integrated people,” tambah Ajeng saat ditanya mengenai pesan kesannya selama menimba ilmu di FISIP UNAIR. Ia juga memberikan pesan kepada para mahasiswa FISIP yang kini masih berjuang untuk menyelesaikan studinya agar tetap semangat dan fokus terhadap bidang yang ditekuni. Tak kalah penting pula untuk dapat membagi waktu dengan bijak dan menyeimbangkan bidang akademik dan non akademik. (QQ/CAY)