Mahasiswi FISIP Siap Luncurkan Single setelah Berhasil Menjadi Top 9 Rising Star

01 Maret 2017

 

Surabaya-Humas I Perjuangan menjadi seorang penyanyi profesional bukanlah hal yang mudah. Hal itulah yang dirasakan oleh Fadhilah Intan, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Unair, yang berhasil menjadi Super 9 atau sembilan besar ajang pencarian bakat Rising Star yang diadakan oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional. Tak tanggung-tanggung, acara tersebut mendaulat penyanyi papan atas Indonesia, seperti Ariel Noah, Rossa, dan Judika sebagai para juri. Selama Rising Star berlangsung, Fadhilah membawakan pelbagai lagu bernuansa klasik yang sukses menghipnotis para juri. Lagu berjudul Cinta menjadi penutup dalam babak Super 9 sebelum akhirnya Fadhilah harus gugur. Namun, bukan berarti passion Fadhilah dalam dunia musik lantas pupus setelah Fadhilah gugur dalam babak Super 9. Sebaliknya, Fadhilah malah semakin terpacu untuk mengikut kompetisi-kompetisi menyanyi lainnya. Ia bahkan tengah menyiapkan sebuah single untuk dirilis bersama stasiun televisi swasta nasional yang telah mengontrak Fadhilah selama tiga tahun. Single tersebut direncanakan akan beraliran pop dengan campuran aliran klasik khas suara Fadhilah. Fadhilah berharap ia dapat berkolaborasi dengan Melly Goeslaw dalam menciptakan single tersebut.

Sebagai mahasiswi FISIP angkatan 2016, Fadhilah tergolong sangat aktif dilihat dari pelbagai pencapaian yang telah diraih Fadhilah yang baru menginjak semester dua ini. Prestasi-prestasi Fadhilah selama menjadi mahasiswi FISIP antara lain adalah Juara 1 Singing Competition Dinas Pariwisata se-Jawa Timur, Top 9 National Singing Competition 2016 dan menjadi salah satu perwakilan FISIP yang berhasil menjadi Duta Universitas Airlangga. Dari prestasi-prestasi tersebut, menjadi Top 9 National Singing Competition merupakan prestasi yang tidak akan pernah dilupakan oleh Fadhilah karena di kompetisi tersebutlah Fadhilah dituntut untuk menguasai berbagai lagu klasik, baik berbahasa Inggris, Jerman, dan Italia. Sebelum menjadi Top 9, Fadhilah diharuskan mengirimkan video penampilannya. Dari video tersebut kemudian dipilih 16 besar peserta guna dipertandingkan di Jakarta untuk memperebutkan gelar juara. Pelaksanaan lomba yang bertepatan dengan masa orientasi dan pengenalan kampus menyebabkan Fadhilah harus pintar membagi waktu dan setiap hari berlatih sampai malam. Namun, berbagai pengalaman itulah yang disyukuri oleh Fadhilah karena dari situlah ia mulai menekuni lagu-lagu klasik yang sesuai dengan karakter suaranya.

Fadhilah ternyata juga tidak hanya berbakat di bidang tarik suara. Bidang lain yang juga dikuasainya adalah menari balet, bermain piano dan biola. Balet dan piano merupakan bidang seni yang telah dikuasai Fadhilah sejak kecil. Fadhilah bahkan telah menjadi guru balet setelah mendapat sertifikat kelulusan dari Royal Academy of Dance di level tertinggi. Berbagai pencapaian dan keahlian Fadhilah tersebut tidaklah lepas dari kecintaan Fadhilah akan seni dan musik yang berasal didikan orang tuanya. Orang tua juga nenek Fadhilah telah lama bergelut di dunia seni, yaitu menjadi penyanyi. Latar belakang keluarganya yang berdarah seni inilah yang menjadi motivasi tersendiri bagi Fadhilah untuk tetap bergelut di dunia tarik suara. Waktu bersama teman-teman pun rela ia korbankan demi passion-nya. Sejak duduk di bangku SD, berbagai les telah diikuti Fadhilah untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. Orang tua pun mendukung secara penuh agar Fadhilah mendapatkan apa yang ia butuhkan di bidang yang ia tekuni sekarang.

Memiliki kontrak dengan stasiun televisi swasta, personal manager, dan rencana mengeluarkan single menjadikan Fadhilah mahasiswi yang cukup sibuk. Berbagai pencapaian tersebut juga diseimbangkan Fadhilah dengan tetap memprioritaskan prestasi akademik di jurusan Ilmu Komunikasi.

“Selalu mencoba hal yang baru dan jalani kegiatan sesuai passion kita masing-masing. Berkali-kali gagal dan kalah itu biasa dan jangan takut jatuh. Menjadi super 9 juga merupakan hasil yang tidak pernah dibayangkan akibat terus mencoba dan gagal” ujar Fadhilah untuk menyemangati mahasiswa-mahasiswi FISIP untuk selalu berprestasi membanggakan almamater (CAY/VET).