Pengalaman Radityo Dharmaputra: Dosen HI FISIP UNAIR yang Tempuh Double Master Degree di Eropa

25 Februari 2017

 

Surabaya - Humas | Radityo Dharmaputra (S.Hub.Int., M.Hub.Int., RCEES, IntM., MA.), dosen prodi Hubungan Internasional  baru saja kembali ke Indonesia pada bulan September 2016 setelah menempuh program double degree di dua universitas dan negara yang berbeda di Eropa. Berangkat dari ketertarikan terhadap novel-novel fiksi dengan genre political thriller karya Tom Clancy yang berjudul “The Bear and the Dragon” yang bercerita mengenai dinamika hubungan antara Rusia dan Tiongkok, Radityo atau yang kerap disapa sebagai Ari, terdorong untuk terus memperdalam Hubungan Internasional, khususnya pada kajian-kajian Geopolitik Rusia. Paska lulus dari S1 Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Ari telah menempuh studi master sebanyak tiga kali, yaitu Perdamaian dan Keamanan Internasional di Universitas Airlangga pada tahun 2010-2011, Russia, Central, and East European Studies di University of Glasgow pada tahun 2014-2016, serta Baltic Sea Region Studies di University of Tartu pada tahun 2015-2016. Dalam menempuh studi di dua negara yang berbeda di Eropa, Ari memperoleh dukungan beasiswa dari Erasmus+, sebuah program beasiswa dari Uni Eropa untuk melakukan studi, mengajar, ataupun penelitian di Eropa.

Ari telah berhasil mendapatkan tiga beasiswa dari tiga negara yang berbeda di Eropa sampai akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi di Skotlandia dan Estonia. Ia mengungkapkan bahwa saat menjalani studi di Eropa, terdapat beberapa perbedaan yang cukup menonjol, seperti jumlah mahasiswa di dalam beberapa mata kelas yang hanya sejumlah 10-15 orang sehingga proses diskusi berlangsung dengan intens dan berguna untuk meningkatkan kualitas secara konsisten. Selain itu, suasana diskusi juga dirasa lebih intens karena latar belakang mahasiswa yang berbeda-beda.

Selain berhasil memperoleh beasiswa, Ari juga telah mempublikasikan dua karya ilmiah ke dalam Jurnal Hubungan Internasional dan mengikuti berbagai kegiatan lintas negara di antaranya yaitu The Olympia Summer Academy Scholarship, on “Conflict and Political Violence” di Yunani pada tahun 2013 serta Lobachevsky State University of Nizhny Novgorod (UNN) “Russian Language” Summer School Scholarship di Rusia pada tahun 2015. Dengan berbekal berbagai pengalaman dan konsentrasi khusus terhadap Geopolitik Rusia serta Eropa Tengah dan Timur tersebut, Ari berhasil memperoleh gelar distinction dalam studi double degree-nya di Eropa. Ia berpesan bahwa setiap mahasiswa maupun alumni sebaiknya sudah menemukan fokus studinya sejak awal sehingga setiap kali mengalami kegagalan dalam mencoba tetap dapat terus melakukan refleksi diri. Kekurangan-kekurangan tersebut juga dapat ditulis dalam motivation letter ketika mendaftar sehingga tidak hanya kelebihan saja yang ditonjolkan namun juga cara mengatasi kekurangan tersebut. (TR/QQ/CAY)