Kenali Keragaman Masyarakat dan Budaya, Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional FISIP Unair Gelar Pameran Budaya Asia Timur

02 Mei 2018



Surabaya  Humas | Tak hanya melalui kelas dan seminar, departemen-departemen di FISIP Universitas Airlangga mengadakan berbagai kegiatan belajar-mengajar di luar kelas yang edukatif dan menarik partisipasi aktif mahasiswa. Kali ini, Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Airlangga mengadakan proyek pameran budaya dengan peserta mata kuliah Masyarakat, Budaya, dan Politik Asia Timur sebagai partisipannya. Bertempat di Galeri FISIP pada Rabu (02/05), dua belas kelompok mahasiswa unjuk pengetahuan dan kreativitas dengan menghadirkan berbagai booth kebudayaaan Asia Timur mulai dari Jepang, Tiongkok, Semenanjung Korea, hingga Taiwan. Tak cukup dengan pernak-pernik booth, mahasiswa sekaligus dosen mengenakan pakaian tradisional seperti kimono dari Jepang, hanbok dari Korea, dan qipao dari Tiongkok.

Pameran budaya Asia Timur menyajikan booth makanan seperti Korean food, mochi, dan tradisi minum teh Tiongkok; booth tradisi seremonial seperti Chuseok, Setsubun, dan Akita Kanto; hingga booth pakaian tradisional Tiongkok, seni bela diri Judo, dan aksara Korea-Jepang-Tiongkok. Selain kebudayaan tradisional, terdapat booth kebudayaan kontemporer seperti K-Beauty serta K-Drama & J-Drama. Tak hanya informatif, mahasiwa membangun suasana interaktif dengan mengajak pengunjung mencoba membuat adonan mochi, membagikan makanan dan manisan, hingga mengadakan kuis berhadiah.

Sebagai partisipan, Emerald Anggrainy mahasiswi Ilmu Hubungan Internasional 2016 mendapat pengetahuan lebih selama persiapan pameran. “Memilih teh, karena kelompok kami berpikir bahwa Asia Timur identik dengan tradisi minum teh. Teh juga merupakan minuman yang telah mengglobal, di Eropa saja ada apalagi di Indonesia. Jadi, kami ingin lebih tahu perbedan tradisi teh di Asia Timur terkhusus Tiongkok seperti apa mulai dari cara minumnya, teh apa saja yang ada, sampai kapan dan di mana dilakukannya,” jelas Emerald.

Pameran budaya Asia Timur diadakan sebagai bagian dari penilaian peserta mata kuliah Masyarakat, Budaya, dan Politik Asia Timur. Citra Hennida, S.IP., MA. selaku dosen pengampu menjelaskan bahwa banyak metode telah dicoba untuk memasukkan pembelajaran budaya. “Kelas ini judulnya ‘Masyarakat, Budaya, dan Politik Asia Timur’. Meskipun negaranya sedikit, kawasan ini banyak dinamikanya. Pembahasan masyarakat dan budaya sendiri kadang lepas dari silabus ketika diadakan di kelas dengan keterbatasan durasi. Tapi perlu diingat, teknik mengajar itu macam-macam. Karenanya, tahun ini presentasi budaya diberi waktu khusus di luar kelas,” terang Citra. Lebih lanjut, Citra menjelaskan bahwa pameran budaya pernah diadakan sebelumnya dan kembali dipilih sebagai metode mengajar tahun ini.

Mahasiswa diajak untuk lebih memahami budaya dengan praktik langsung melalui pameran budaya Asia Timur. Tidak hanya bagi peserta mata kuliah, pameran ini juga bermanfaat dan menarik antusiasme pengunjung. Salah satunya Melda Aprilia mahasiswi Ilmu Hubungan Internasional 2017 yang tak hanya senang mendapat informasi berbagai budaya, tetapi juga snack dan photocard sebagai cindera mata. Ke depannya, proyek ini diharapkan dapat terus rutin dijalankan dan turut diterapkan di mata kuliah kawasan lain yang diajarkan Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Airlangga. (CAE/CAY)

Agenda

Indeks +