Teliti Relasi Kuasa Sosial Politik Etnik Minoritas dan Mayoritas, FISIP UNAIR Anugerahi Imam Hadi Sutrisno Gelar Doktor ke-207

08 Februari 2018



Surabaya-Humas | Kamis (08/02)  FISIP UNAIR kembali melakasanan Ujian Doktor Terbuka (UDT) di Ruang Adi Sukadana, Gedung A, FISIP UNAIR. Drs. Imam Hadi Sutrisno, M.Si. berhasil menjadi doktor ke-207 dengan mengangkat disertasi tentang “Kontestasi Antara Kekerasan dan Hegemoni Etnik: Studi Tentang Etnik Minoritas dan Etnik Mayoritas Relasi Kuasa dan Sosial Politik di Aceh 1998-2005". Prof. Dr. Musta'in, M.Si dan Dr. Siti Aminah, MA menjadi co-promotor pada disertasi kali ini.

Penelitian tersebut menjelaskan tentang pengusiran masyrakat etnis Jawa dari Aceh yang menjadi korban kolonialisme. Pengusiran bermula sejak tahun 1998 saat krisis era Soeharto. Secara umum, topik ini ingin menjelaskan bahwa representasi kekerasan yang dilakukan etnis Aceh terhadap etnis Jawa merupakan sublimasi terhadap konteks historis Aceh saat penjajahan Belanda. Pada masa tersebut, penjajah membawa masyarakat etnis Jawa untuk bekerja di perkebunan, namun setelah merdeka, orang Jawa tetap tinggal di sana.

Menurut Imam, fenomena ini juga dapat dibaca sebagai bentuk sublimasi kekecewaan Aceh tehadap kondisi di Jakarta. Sehingga orang Jawa hanya dipakai sebagai alat atau instrumen kekuatan bagi kelompok separatis yang ingin mendapat pengakuan dan menunjukkan eksistensi. Ia juga menyarankan etnis mayoritas untuk memperkuat wawasan kebangsaan agar dapat hidup harmonis dengan etnis minoritas.

UDT yang dipimpin langsung oleh Dr. Falih Suaedi, M.Si. ini berjalan lancar dan Imam lulus dengan predikat memuaskan. Suasana mengharukan-pun menyelimuti ruangan ujian seiring dengan berakhirnya UDT. Perjuangan Imam selama riset di Aceh yang mengancam nyawa akhirnya terbayarkan. (MQ/CAY)

Agenda

Indeks +