FISIP Undang Kapolri Jadi Pemateri Konferensi Internasional The 3rd ICoCSPA 2017

07 September 2017

 

Surabaya – Humas | FISIP UNAIR kembali mengadakan konferensi internasional. Dalam rangka memperingati Dies Natalis FISIP UNAIR yang ke 40, ICoCSPA (International Conference on Contemporary Social and Political Affairs) kembali diadakan, dimana penyelenggaraan ketiga kalinya ini mengangkat tema besar Development and Security in Risk Society. Pada Kamis (7/09), dilakukan pembukaan ICoSPA yang bertempat di Regency Ballroom Garden Palace Hotel Surabaya.

The 3rd ICoCSPA diselenggarakan dengan meriah, mengundang enamkeynote speakers yang ahli dalam bidangnya baik dalam kancah nasional maupun internasional. Para Pembicara yang menjadi Keynote Speaker adalah Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional, Letnan jenderal (Purn) Agus Widjojo, Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Baiq Wardhani, Ph. D, Direktur Studi Pembangunan Univeristy of Sydnet, Dr. Robbie Peters, Dosen Doshisha University og Kyoto, Prof. Hishae Nakanishi, Professor Emeretus dari Australian National University College of Asia and the Pacific, Prof. Peter Grabosky, dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Muhammad Tito Karnavian, Ph. D.

“Acara ini sangat bagus yang mengusung tema mengenai pembangunan dan keamanan di negara, di masyarakat yang mempunyai resiko dan dampak pasca perang dingin” ujar Jenderal Tito. Acara The 3rd ICoCSPA 2017 dimulai dengan sambutan dari ketua panitia, yakni Novri Susan Ph.D yang menyampaikan harapannya atas penyelenggaraan The 3rd ICoCSPA “Kami berharap 3rd ICoCSPA 2017 dapat menjadi katalis bagi para peneliti untuk dapat melakukan publikasi ilmiah di level nasional dan internasional”.

Menjadi salah satu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang mahsyur di Indonesia, FISIP UNAIR berusaha menjadi yang terdepan dalam membuka diskusi-diskusi kritis tentang permasalahan sosial, salah satunya tentang keamanan dan ketahanan negara yang menjadi isu hangat belakangan ini. Menurut Jenderal Tito Karnavian, salah satu yang sedang di hadapi Indonesia dan negara-negara lain ialah mengenai teorisme. “Terorisme yang terjadi di Indonesia tidak terlepas dari fenomena global yang dimulai sejak berakhirnya era perang dingin dan munculnya dua fenomena demokratisasi serta globalisasi ini berdampak positif dan juga negatif. Seperti perlindungan HAM dan menguatnya hubungan antar negara. Disisi lain dampak negatifnya adalah kompetisi antar negara menjadi sangat keras, kemudian negara - negara besar mulai berkompetisi untuk memegang hegemoni sementara pemain - pemain negara sedang dan kecil mereka cuma punya 2 pilihan untuk berpihak atau netral”. Saat menyampaikan materi, Jenderal Tito ditemani oleh Kadiv Humas Polri dan Kapolda Jatim. The 3rd ICoCSPA juga kedatangan walikota Surabaya, yakni Tri Risma Harini. (NIK/CAY)