FISIP UNAIR Gandeng Akademisi dari University of Melbourne Ajak Mahasiswa Lebih Kritis dalam Membaca

06 September 2017

 

Surabaya – Humas | Sehubungan dengan perayaan Dies Natalis FISIP UNAIR yang ke-40, diselenggarakan berbagai rangkaian kegiatan di lingkungan kampus. Program studi Administrasi Negara FISIP UNAIR menyelenggarakan diskusi dan workshop bersama para mahasiswa FISIP UNAIR pada Rabu (6/9) di Aula Adi Sukadana, Gedung A FISIP dan menghadirkan Dr. Violetta sebagai pembicara. Diskusi dan workshop yang diselenggarakan mengangkat tema “Critical Reading” dan mengundang seluruh mahasiswa FISIP UNAIR untuk hadir didalamnya.

Menjadi seorang akademisi yang nantinya akan melakukan berbagai riset fenomena yang ada di lingkungan, diperlukan kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis tidak akan maksimal tanpa adanya dukungan dalam critical reading yang baik. Diskusi dan workshop tersebut di latarbelakangi oleh adanya keinginan untuk meningkatkan khasanah wawasan di dunia riset dan memperkuat skill dalam melakukan penelitian. Membaca merupakan salah satu bagian yang sangat krusial dan komprehensif. Karena dalam melakukan sebuah riset yang berkenaan dengan bagaimana mengelola informasi yang tak terbatas di dunia maya maupun yang ada di surat kabar.

“Berpikir kritis merupakan kemampuan dalam memahami segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Kemampuan berpikir kritis ditunjang dengan kemampuan membaca kritis, dapat menghasilkan output yang luar biasa” ujar Violetta dalam workshop menggunakan bahasa inggris.

Violetta dipilih menjadi pembicara dalam diskusi dan workshop tersebut karena merupakan pakar di University of Melbourne Australia. Dalam acara tersebut Violetta mengutarakan hasil riset pribadinya tentang teknik dalam membaca kritis, yaitu diperlukannya kemampuan untuk melihat sesuatu secara objektif dan bukan melalui perspektif yang sudah ada sebelumnya. Violetta juga menyampaikan dalam proses membaca diperlukan pemikiran tentang bagaimana kita membaca serta lingkungan yang ada. Selain itu tantangan dalam membaca, seperti waktu, pemahaman, ide yang terlalu banyak, berbahasa asing, dan ketakutan akan kegagalan harus dapat diatasi agar mendapatkankan manfaat yang maksimal dalam membaca. (UC/CAY)