Ungkap Praktik Wacana Pemilukada di Sulawesi Tengah, Achmad Herman Akhirnya Berhasil Raih Gelar Doktor

30 Agustus 2017

 

Surabaya – Humas |  Ujian Doktor Terbuka kembali digelar FISIP UNAIR dii Ruang Adi Sukadana pada Rabu (30/08) kemarin. Sidang terbuka dengan promovendus Achmad Herman, S.Sos., M.Si ini dimulai pukul 13.00 dan dibuka langsung oleh Dekan FISIP yang sekaligus merupakan pimpinan sidang, Dr. Falih Suaedi. Drs., M.Si.

Promovendus yang akrab disapa Herman ini berhasil meraih gelar doktor berkat disertasi yang berjudul Wacana Politik Lokal dalam Pers Lokal: Praktik Wacana Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah. Disertasinya mampu mengantarkan Herman menjadi Doktor ke-200 yang berasal dari FISIP UNAIR. Dalam penelitiannya, ia mengungkap bagamana politik dan pers lokal yang bergesekan sebagai arena kampanye. Mahasiswa S3 Ilmu Sosial FISIP angkatan 2013/2014 ini juga menyampaikan, bahwa ia sering menemukan keberpihakan yang tdak adil. Pers lokal dianggap belum mampu memberikan otonomi penuh dan para jurnalis terjebak dalam kepentingan ekonomi semata. 

Pencapaiannya hingga titik ini untuk menyelesaikan disertasi dengan baik diapresiasi oleh banyak pihak. Ia juga mampu mempertahankan argumentasinya saat diuji oleh 9 Penyangga. Diantaranya adalah Prof. Rachmah Ida, Dra., M.Comm., Ph.D (Promotor), Prof. Dr. Musta’in, Drs., M.Si (Kopromotor), Prof. Djoko Santoso, dr, Ph.D, Sp.PD.,K-GH., FINASIM, Prof. Budi Prasetyo, Drs., M.Si, Dr. Dahlan Iskan, Dr. Pinky Saptandari E.P., Dra., MA.,, M. Muttaqien, S.IP., MA.,Ph.D, dan Dr. Yayan Sakti Suryandaru S.Sos M.Si.

Selain para penyangga, enam undangan akademik juga ikut serta memberikan pertanyaan pada Achmad Herman. Ia mampu menjawab semua pertanyaan dengan baik dan mendapat apresiasi dari para audiens. Hari itu menjadi hari berharga bagi Achmad Herman, dimana memiliki gelar doktor adalah pesan dari ayahanda beliau. Keluarganya memang memiliki latar belakang pendidikan yang cukup tinggi. Ia akan kembali ke Sulawesi untuk mengabdi dan menerapkan ilmunya untuk memberikan manfaat dalam dunia akademis. (RVN/CAY)