Lakukan Penelitian di Perancis, Roosi Berhasil Raih Gelar Doktor

27 Juli 2017

 

Surabaya – Humas | Ujian Doktor Terbuka kembali diselenggarakan pada Selasa (25/7) di ruang Adi Sukadana Gedung A FISIP UNAIR. Pada kesempatan ini, yang diuji adalah Promovenda Dra., Roosi Rusmawati M.Si yang merupakan mahasiswa S3 Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Topik disertasi yang ditelitinya yakni tentang undang undang Laicite di Perancis dengan judul ‘Internalisasi Disposisi Siswa Perempuan Imigran Asal Negara Maghribi terhadap Undang Undang Laicite 15 Maret 2004’. Disertasi Promovenda Roosi ini mendapat apresiasi dari para penyanggah berkat topiknya yang menarik dan kepeduliannya terhadap bagaimana toleransi beragama diterapkan dan bersanding dengan peraturan perundang-undangan pemerintah.

Ujian Doktor Terbuka ini dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan lantunan Hymne Airlangga yang berlangsung khidmat. Acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh Pimpinan Sidang Ujian Doktor terbuka yaitu Prof. Dr. Budi Prasetyo, Drs., M.Si. Dalam sidang ini, terdapat sembilan penyanggah, yakni Prof. Dr. Armada Riyanto, CM selaku Promotor, Dr. Siti Aminah, Dra., MA selaku Ko. Promotor. Sedangkan penyanggah lainnya adalah Dr. Falih Suaedi, Drs., M.Si., Prof. Dr. Bambang Sektiari Luikiswanto, DEA., DVM., Prof. Dr. Budi Prasetyo, Drs., M.Si., Vinsensio M.A Dugis., Drs., M.A., Ph.D, Dr. Nur Ainy Fardana Nawangsari, M.Si., Psikolog., Dr. Dwi Windyastuti Budi H., Dra., M.A, Sulikah Asmorowati, S.Sos., M.DevSt., Ph.D.

Berkat bekal ilmu dan pengalaman yang ditempuhnya selama mengerjakan penelitiannya di Perancis, Promovenda Roosi mampu menjawab seluruh pertanyan dari para penyanggah maupun dari akademisi. Dalam Ujian Doktor Terbuka ini, ia telah menghasilkan suatu temuan yang menelaah suatu fenomena sehingga memunculkan solusi. Dalam disertasinya, ia berfokus mengenai makna religi dan peraturan pemerintah terhadap penggunaan wal Islamic (re: hijab) maupun ekspresi beragama. Penelitian ini sangat menarik karena mengkritisi fenomena berupa kebijakan Laicite yang dapat berpengaruh pada pelbagai aspek. Laicite sendiri merupakan konsep masyarakat sekuler yang bermaksud memisahkan urusan agama dari negara.

Lebih lanjut, implikasi dari penelitian yang dihasilkan oleh Promovenda Roosi ini utamanya adalah untuk rekomendasi penerapan di Indonesia. Ada beberapa hal positif yang menurut Promovenda Roosi patut untuk dicontoh, penerapan kebijakan pemerintah di negara maju terkait urusan agama dan pemerintahan yang bisa berjalan beriringan dan tidak saling tumpang tindih. Di sisi lain, ada pula beberapa hal yang dikritisi penerapannya oleh penyanggah, terutama terkait sejarah penerapan konsep Laicite itu sendiri.

Hal menarik dari ujian doktor terbuka kali ini adalah salah satu penyanggah menguji Promovenda Rossi menggunakan bahasa Perancis. Para audiens menyaksikan secara langsung bagaimana Prof. Dr. Bambang Sektiari Luikiswanto, DEA., DVM. mengajukan pertanyaan dan menimpali argument Promovenda Roosi dengan Bahasa Perancis. Prof Bambang melakukan hal demikian untuk mengetes apakah benar Promovenda sendiri yang terjun langsung melakukan penelitian.

Ujian Doktor Terbuka ini berakhir dengan bahagia atas pengumuman gelar Doktor yang resmi diperoleh Promovenda Roosi dengan predikat sangat memuaskan. Sebagai institusi pendidikan, FISIP UNAIR sekali lagi telah membuktikan dedikasi dan konsistensinya dalam melahirkan seorang Doktor yang siap untuk berdedikasi untuk ilmu pengetahuan dan pendidikan bangsa dan negara. Acarapun diakhiri dengan berfoto bersama dan ramah tamah. (ZAK/ VET)